CEO Nvidia Bantah Investasi OpenAI Macet, Tegaskan Komitmen Dana Jumbo Masih Berjalan

Jensen Huang sebut laporan konflik internal 'omong kosong'. Nvidia pastikan tetap tanam modal besar di OpenAI, meski angka $100 miliar belum final.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | CEO Nvidia Bantah Investasi OpenAI Macet, Tegaskan Komitmen Dana Jumbo Masih Berjalan

TechCrunch melaporkan bantahan keras dari CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait spekulasi keretakan hubungan antara perusahaannya dengan OpenAI. Dalam sebuah pernyataan pers di Taipei pada 31 Januari 2026, Huang menepis laporan Wall Street Journal (WSJ) yang sebelumnya mengklaim bahwa rencana investasi masif senilai hingga $100 miliar telah terhenti akibat keraguan internal. Huang secara eksplisit melabeli laporan tersebut sebagai "omong kosong" (nonsense) dan menegaskan bahwa Nvidia tetap berencana untuk melakukan investasi yang "sangat besar" dalam putaran pendanaan terbaru pembuat ChatGPT tersebut. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa suntikan dana ini bisa menjadi investasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan Nvidia, sebuah langkah yang dirancang untuk mengamankan posisi mereka sebagai tulang punggung utama infrastruktur kecerdasan buatan global di tengah persaingan yang kian sengit.

Kontroversi ini bermula ketika WSJ melaporkan bahwa para eksekutif Nvidia mulai mempertanyakan disiplin bisnis OpenAI dan merasa khawatir dengan meningkatnya persaingan dari rival seperti Anthropic dan Google. Laporan tersebut menyarankan bahwa nota kesepahaman (non-binding agreement) senilai $100 miliar yang dibahas September lalu kini sedang ditinjau ulang, memicu kekhawatiran investor akan potensi pecah kongsi antara dua entitas paling berpengaruh di dunia AI. Namun, Huang dengan cepat meluruskan narasi tersebut, menyatakan kepercayaannya yang tak tergoyahkan pada visi Sam Altman. Meskipun ia mengklarifikasi bahwa angka akhir investasi mungkin tidak serta-merta mencapai $100 miliar, ia memastikan partisipasi Nvidia akan sangat signifikan dan strategis, menolak gagasan bahwa mereka sedang menarik diri atau mencari jalan keluar dari kemitraan jangka panjang ini.

Pernyataan Huang ini datang pada momen krusial saat OpenAI sedang berupaya menggalang dana segar dengan valuasi yang dilaporkan mencapai $830 miliar, sebuah angka yang mencengangkan bahkan untuk standar Silicon Valley. Selain Nvidia, raksasa teknologi lain seperti Amazon juga dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk menyuntikkan hingga $50 miliar. Penegasan kembali komitmen Nvidia ini meredakan ketegangan pasar dan memastikan bahwa aliran perangkat keras GPU canggih ke pusat data OpenAI akan terus berlanjut tanpa hambatan. Bagi pengamat industri, drama singkat ini menyoroti betapa tingginya pertaruhan dalam perlombaan senjata AI, di mana setiap rumor sekecil apa pun dapat mengguncang kepercayaan pasar terhadap ekosistem teknologi yang sedang dibangun di atas kemitraan mahal ini.

Kembali