Sekelompok YouTuber Gugat Snap Inc. Atas Pelanggaran Hak Cipta Pelatihan Model AI

Kreator konten tuduh pemilik Snapchat gunakan ribuan video tanpa izin untuk latih algoritma generatif. Gugatan class action tuntut ganti rugi dan transparansi data.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | Sekelompok YouTuber Gugat Snap Inc. Atas Pelanggaran Hak Cipta Pelatihan Model AI

TechCrunch melaporkan bahwa Snap Inc., perusahaan induk di balik aplikasi media sosial populer Snapchat, kini menghadapi gugatan hukum serius dari sekelompok YouTuber. Gugatan class action yang diajukan di pengadilan federal California ini menuduh bahwa Snap telah melanggar undang-undang hak cipta dengan menggunakan konten video para kreator tanpa izin untuk melatih model Generative AI mereka. Para penggugat, yang terdiri dari berbagai kreator konten video terkemuka, mengklaim bahwa perusahaan tersebut secara diam-diam telah melakukan scraping atau pengambilan data massal dari platform YouTube, mengekstraksi transkrip audio dan citra visual dari karya mereka untuk dijadikan bahan bakar bagi algoritma kecerdasan buatan, termasuk fitur My AI dan alat pembuat filter visual yang baru diluncurkan.

Inti dari permasalahan hukum ini terletak pada cara Snap memperoleh dataset pelatihannya. Dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Snap tidak pernah meminta persetujuan atau menawarkan kompensasi kepada para pemilik asli video tersebut. Para YouTuber berargumen bahwa penggunaan karya kreatif mereka untuk membangun produk komersial adalah pelanggaran langsung terhadap hak kekayaan intelektual. Pengacara para penggugat menekankan bahwa tindakan Snap bukan sekadar penggunaan wajar atau fair use, melainkan eksploitasi sistematis untuk mengejar ketertinggalan dalam perlombaan senjata teknologi. Mereka menuntut ganti rugi kerusakan serta perintah pengadilan untuk menghapus semua model yang terbukti telah dilatih menggunakan data ilegal tersebut tanpa lisensi yang sah.

Kasus ini menambah daftar panjang litigasi yang dihadapi perusahaan teknologi terkait pengembangan AI. Sebelumnya, tuntutan serupa telah dilayangkan kepada OpenAI dan Google oleh penulis buku dan seniman visual. Namun, gugatan terhadap Snap ini menyoroti kerentanan khusus pada konten video, media yang jauh lebih kompleks untuk dilindungi dibandingkan teks atau gambar diam. Jika pengadilan memenangkan para YouTuber, hal ini dapat menjadi preseden hukum yang mengguncang fondasi industri teknologi, memaksa perusahaan untuk merombak total cara mereka mengumpulkan data pelatihan. Snap sendiri belum memberikan komentar resmi secara mendetail, namun diperkirakan akan menggunakan pembelaan standar industri bahwa penggunaan data publik untuk pelatihan mesin merupakan bagian dari transformasi karya yang dilindungi hukum.

Kembali