CEO Google DeepMind Terkejut OpenAI Terburu-buru Pasang Iklan di ChatGPT

Demis Hassabis nilai langkah OpenAI monetisasi via iklan terlalu dini. Google pastikan Gemini tetap bebas iklan demi jaga kepercayaan pengguna dan fokus riset.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | CEO Google DeepMind Terkejut OpenAI Terburu-buru Pasang Iklan di ChatGPT

CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, menyatakan keheranannya terhadap langkah OpenAI yang mulai menguji iklan di ChatGPT. Hassabis menyebut keputusan ini "mengejutkan" karena dilakukan terlalu dini dalam siklus produk Generative AI. Menurutnya, meskipun biaya operasional untuk menjalankan model bahasa besar sangatlah masif, keputusan memonetisasi antarmuka percakapan melalui iklan berpotensi mengubah dinamika interaksi secara drastis. Ia menilai bahwa model bisnis berbasis iklan membutuhkan volume trafik raksasa untuk bisa menutup biaya inferensi yang mahal, sebuah kalkulasi ekonomi yang menurutnya mungkin belum seimbang atau terlalu dipaksakan saat ini bagi perusahaan seperti OpenAI.

Hassabis menyoroti risiko besar terhadap integritas dan kepercayaan pengguna sebagai dampak dari langkah tersebut. Ia berargumen bahwa visi menciptakan "asisten universal" yang benar-benar bisa diandalkan manusia menuntut netralitas mutlak. Menyusupkan pesan sponsor ke dalam dialog AI dikhawatirkan memicu keraguan serius: apakah saran ini diberikan karena akurasi fakta, atau karena pesanan pengiklan? Ia memperingatkan bahwa mencampur adopsi teknologi baru dengan intrusi komersial adalah langkah berbahaya. Jika pengguna mulai merasa chatbot memiliki motif tersembunyi, fondasi kepercayaan bisa runtuh seketika, menghambat adopsi teknologi ini di masyarakat yang menuntut objektivitas data.

Sebaliknya, Google menegaskan bahwa Gemini akan tetap bebas iklan untuk waktu yang akan datang. Hassabis menjelaskan bahwa kekuatan finansial Google yang berasal dari bisnis pencarian yang mapan memberi mereka kemewahan untuk bersabar. Mereka tidak perlu terburu-buru memeras pendapatan langsung dari produk AI yang sedang berkembang, memungkinkan fokus penuh pada kualitas riset. Strategi ini menonjolkan perbedaan posisi kedua perusahaan; OpenAI tampak terdesak kebutuhan arus kas, sementara Google memilih permainan jangka panjang. Mereka bertaruh bahwa pengalaman pengguna yang bersih, premium, dan bebas gangguan akan menjadi kunci memenangkan persaingan teknologi masa depan.

Kembali