Risotto, sebuah startup yang berfokus pada otomatisasi meja bantuan (help desk), telah berhasil mengamankan pendanaan putaran awal sebesar $10 juta. Investasi ini dipimpin oleh firma modal ventura Bonfire Ventures, dengan partisipasi dari investor ternama lainnya seperti Y Combinator, 645 Ventures, dan Ritual Capital. Didirikan oleh Aron Solberg, Alex Confer, dan Chris Paul, Risotto bertujuan untuk memecahkan masalah klasik dalam manajemen layanan TI: tumpukan tiket yang membebani staf manusia. Alih-alih mengganti platform tiket yang sudah ada seperti Jira atau ServiceNow, Risotto bekerja sebagai lapisan cerdas di atasnya, menggunakan agen AI untuk mendiagnosis dan menyelesaikan permintaan secara otonom dalam hitungan detik.
Keunggulan utama Risotto terletak pada kemampuannya untuk melakukan "kerja lem" (glue work) yang biasanya memakan waktu. Sistem ini terintegrasi dengan berbagai alat perusahaan—mulai dari manajemen identitas hingga perangkat lunak HR—memungkinkannya untuk melakukan tugas nyata seperti mereset kata sandi, memberikan akses perangkat lunak, atau memecahkan masalah konfigurasi tanpa intervensi manusia. Dalam studi kasus dengan platform penggajian Gusto, Risotto terbukti mampu menyelesaikan 60% dari seluruh tiket dukungan yang masuk secara otomatis, secara drastis mengurangi waktu resolusi dan membebaskan tim TI untuk fokus pada proyek strategis yang lebih bernilai tinggi.
Pendanaan baru ini akan memicu ekspansi agresif Risotto ke pasar enterprise yang lebih luas. Visi jangka panjang perusahaan tidak hanya terbatas pada dukungan TI, tetapi meluas ke seluruh fungsi layanan internal termasuk HR dan operasi pendapatan (RevOps). CEO Aron Solberg percaya bahwa masa depan kerja adalah kolaborasi antara manusia dan agen otonom, di mana AI menangani tugas-tugas repetitif yang membosankan. Dengan dukungan finansial yang kuat dan validasi dari klien awal yang puas, Risotto berada di posisi strategis untuk memimpin gelombang baru efisiensi operasional berbasis kecerdasan buatan di tempat kerja modern.