Mark Zuckerberg, dalam pandangan terbarunya tentang peta jalan teknologi konsumen, menegaskan keyakinannya bahwa smart glasses berada di jalur cepat untuk menggantikan ponsel pintar sebagai perangkat komputasi dominan dekade ini. Namun, poin yang paling memicu perdebatan adalah komentarnya mengenai fitur privasi fisik. CEO Meta tersebut menyatakan bahwa lampu LED kecil yang saat ini menyala saat kacamata Ray-Ban Meta merekam video mungkin tidak akan bertahan selamanya. Ia menyebut indikator tersebut sebagai "kompromi sementara" untuk menenangkan kecemasan publik saat ini, menyiratkan bahwa di masa depan, perangkat keras perekam diam-diam mungkin menjadi standar yang diterima secara sosial, menghilangkan kebutuhan akan tanda visual yang mencolok bagi orang di sekitar pengguna.
Argumentasi Zuckerberg bersandar pada sejarah evolusi teknologi seluler. Ia menarik paralel langsung dengan masa-masa awal kehadiran kamera pada ponsel, yang dulunya dianggap invasif dan tidak sopan, namun kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang diabaikan. Menurutnya, norma sosial bersifat plastis dan akan bergeser mengikuti nilai utilitas yang ditawarkan teknologi. Jika smart glasses memberikan kemampuan Artificial Intelligence yang sangat membantu—seperti mengingat nama orang, menerjemahkan bahasa secara real-time, atau memberikan navigasi instan—masyarakat pada akhirnya akan memaafkan atau melupakan potensi pelanggaran privasi visual, sama seperti mereka menerima keberadaan kamera CCTV atau ponsel di mana-mana.
Lebih jauh dari sekadar optik, visi Meta mencakup revolusi dalam cara kita mengendalikan perangkat. Zuckerberg menyoroti pengembangan neural interface berbentuk gelang tangan (wristband) yang sedang dikerjakan oleh laboratorium Reality Labs mereka. Teknologi ini akan membaca sinyal motorik saraf dari otak ke tangan, memungkinkan pengguna mengontrol kacamata dengan gerakan mikro yang hampir tidak terlihat, menggantikan kebutuhan akan perintah suara yang canggung atau sentuhan fisik. Ini adalah pertaruhan besar Meta untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada ekosistem Android dan iOS, menciptakan platform komputasi baru di mana mereka memiliki kendali penuh atas perangkat keras dan perangkat lunak, meskipun hal itu berarti menulis ulang aturan etika privasi global.