Deepgram Raih $130 Juta, Valuasi Tembus $1,3 Miliar & Beli Startup YC "OfOne"

Deepgram resmi jadi Unicorn, borong startup OfOne demi dominasi AI drive-thru global.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | Deepgram Raih $130 Juta, Valuasi Tembus $1,3 Miliar & Beli Startup YC

Deepgram hari ini membuat gelombang besar di industri kecerdasan buatan dengan pengumuman ganda yang strategis. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini berhasil menutup putaran pendanaan Seri C senilai $130 juta, membawa total valuasi mereka menembus angka keramat $1,3 miliar. Putaran pendanaan masif ini dipimpin oleh AVP (Alumni Ventures), dengan partisipasi dari investor lama seperti Y Combinator, In-Q-Tel, dan Madrona, serta dukungan strategis baru dari lengan investasi korporat raksasa seperti Twilio, SAP, dan Citi Ventures. Suntikan modal ini ditujukan untuk mempercepat misi Deepgram membangun apa yang mereka sebut sebagai "Voice AI Economy", sebuah ekosistem di mana interaksi suara manusia-mesin menjadi standar utama antarmuka digital.

Bersamaan dengan pendanaan tersebut, Deepgram mengonfirmasi akuisisi OfOne, sebuah startup AI yang juga merupakan alumni akselerator bergengsi Y Combinator. OfOne dikenal karena teknologi platform suara native yang dirancang khusus untuk lingkungan restoran yang bising dan serba cepat. Teknologi mereka, yang mengklaim tingkat penyelesaian pesanan otomatis di atas 95%, kini akan menjadi fondasi dari lini produk baru "Deepgram for Restaurants". Langkah ini menandai ekspansi Deepgram dari sekadar penyedia infrastruktur API (speech-to-text) menjadi penyedia solusi bisnis end-to-end. Integrasi ini memungkinkan jaringan restoran cepat saji (QSR) nasional untuk mengadopsi asisten suara di drive-thru yang tidak hanya memangkas biaya tenaga kerja tetapi juga meningkatkan akurasi pesanan dan kepuasan pelanggan.

Selain ekspansi bisnis, Deepgram juga memamerkan otot inovasi teknis mereka dengan mengumumkan perolehan sejumlah paten AS baru di tahun 2025, termasuk teknologi transformer untuk pengenalan suara end-to-end yang lebih efisien secara perangkat keras. CEO Scott Stephenson menegaskan bahwa Deepgram tidak hanya membangun model, tetapi mendefinisikan ulang arsitektur pemrosesan suara agar bisa berjalan real-time dengan latensi milidetik. Untuk mendukung komunitas pengembang yang berkembang pesat, perusahaan juga mengumumkan rencana pembukaan "Voice AI Collaboration Hub" fisik di San Francisco, sebuah ruang kerja bersama bagi mitra dan klien untuk merancang masa depan aplikasi berbasis suara.

Kembali