Ratusan pekerja teknologi merilis surat terbuka yang secara tegas mendesak Pentagon dan Kongres Amerika Serikat untuk mencabut label risiko rantai pasok (supply chain risk) yang disematkan pada Anthropic. Sanksi tingkat federal ini dijatuhkan setelah perusahaan AI tersebut menolak permintaan pihak militer untuk melonggarkan aturan keamanan pada model bahasa Claude. Para petinggi Anthropic berkomitmen kuat menolak penggunaan teknologi kecerdasan buatan mereka untuk keperluan pengawasan domestik massal warga negara serta pengendalian sistem senjata otonom penuh.
Para penandatangan petisi mengkritik keras pelabelan tersebut, berargumen bahwa status risiko rantai pasok seharusnya hanya diperuntukkan bagi ancaman dari negara musuh asing, bukan untuk menghukum perusahaan domestik yang beroperasi dengan prinsip etis yang jelas. Mereka mendesak agar perselisihan kontrak militer ini dapat diselesaikan secara tertutup dan rasional. Tindakan gegabah dari pemerintah dinilai memicu preseden yang sangat buruk, di mana pengembang dipaksa memilih antara mengorbankan standar keselamatan atau diboikot dari seluruh proyek yang melibatkan pihak federal.
Insiden ini memperlihatkan benturan antara etika pengembangan AI di Lembah Silikon dan kebutuhan taktis militer. Jika tidak dicabut, status eksklusi ini berpotensi merusak laju bisnis Anthropic serta iklim pendanaan di dalam negeri. Larangan bagi seluruh kontraktor pertahanan untuk menggunakan produk mereka akan membuat pemodal ventura ragu berinvestasi. Pekerja memperingatkan sanksi sepihak ini justru melemahkan posisi kepemimpinan inovasi bangsa di kancah global.