Dalam perkembangan terbaru perseteruan antara raksasa teknologi dan regulator Eropa, Meta mengumumkan akan mulai menarik bayaran dari pengembang chatbot AI pihak ketiga yang menggunakan WhatsApp Business API di Italia. TechCrunch melaporkan bahwa mulai 16 Februari 2026, setiap pesan yang dihasilkan oleh model AI general-purpose non-Meta akan dikenakan biaya sebesar $0,0691 (sekitar €0,0572). Kebijakan penetapan harga ini secara khusus menargetkan respons "non-templat", yang merupakan inti dari cara kerja asisten cerdas generatif. Keputusan ini diambil hanya beberapa minggu setelah Meta dipaksa membatalkan rencana awalnya untuk memblokir total akses bot AI pihak ketiga di platform tersebut.
Latar belakang kebijakan ini berakar pada intervensi otoritas persaingan usaha Italia (AGCM) pada bulan Desember lalu. Regulator tersebut mengeluarkan perintah sela yang melarang Meta mengecualikan pesaing, dengan argumen bahwa tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan posisi dominan pasar yang dapat menghambat inovasi. Meta awalnya berargumen bahwa WhatsApp tidak dirancang sebagai saluran distribusi terbuka untuk asisten AI pesaing. Namun, karena diwajibkan secara hukum untuk tetap membuka akses, Meta memilih strategi komersial baru: memonetisasi lalu lintas tersebut. Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa karena mereka "diharuskan secara hukum" untuk menyediakan layanan, mereka berhak menetapkan harga bagi perusahaan yang memilih menggunakan infrastruktur mereka.
Dampak dari langkah ini sangat signifikan bagi ekosistem pengembang AI. Biaya hampir 7 sen per pesan dianggap sangat mahal dalam skala layanan pesan instan, di mana sesi percakapan bisa melibatkan puluhan pertukaran pesan. Hal ini secara efektif dapat mematikan layanan chatbot gratis atau murah yang bergantung pada WhatsApp sebagai antarmuka utama. Meskipun saat ini aturan tersebut hanya berlaku di Italia, preseden ini diamati dengan cermat oleh regulator di Brasil dan Uni Eropa lainnya. Jika model "bayar untuk bermain" ini sukses diterapkan tanpa tentangan hukum lebih lanjut, hal ini bisa menjadi cetak biru global Meta untuk mengelola kompetisi di atas platform pesan terpopuler di dunia tersebut.