CEO Anthropic Sebut Klaim OpenAI Soal Kontrak Militer Sebagai 'Kebohongan Nyata'

Dario Amodei mengkritik keras langkah OpenAI yang mengambil alih kontrak Pentagon, menyebut pesan mereka manipulatif dan abaikan risiko keselamatan AI.

2 Jan 2026 • 1 menit membaca

RadarAI.id | CEO Anthropic Sebut Klaim OpenAI Soal Kontrak Militer Sebagai 'Kebohongan Nyata'

Ketegangan antara dua perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, Anthropic dan OpenAI, mencapai titik didih baru. Laporan TechCrunch mengungkap bahwa CEO Anthropic Dario Amodei telah mengirimkan memo internal kepada stafnya yang menyerang kredibilitas OpenAI. Dalam surel tersebut, Amodei mengkritik keras narasi publik pesaingnya seputar pengambilalihan kontrak dengan Pentagon, dan secara blak-blakan menyebut klaim mereka sebagai "kebohongan nyata" (straight up lies).

Konflik ini bermula ketika Anthropic memutuskan untuk membatalkan kontrak militer bernilai ratusan juta dolar. Langkah ini dipicu oleh penolakan mereka terhadap permintaan militer yang ingin menghapus batasan etis mengenai larangan penggunaan AI untuk pengawasan massal dan sistem senjata otonom. Tak lama setelah Anthropic dimasukkan ke daftar hitam, OpenAI sigap mengambil alih proyek tersebut. OpenAI berdalih bahwa kontrak mereka hanya mengizinkan penggunaan untuk tujuan sah, sebuah celah yang dinilai sangat longgar.

Amodei dengan tajam menuduh OpenAI melakukan "teater keselamatan" (safety theater). Ia berargumen bahwa alasan utama rivalnya menerima kesepakatan itu semata-mata untuk mengambil hati pejabat Pentagon, sementara Anthropic sungguh-sungguh ingin mencegah penyalahgunaan. Perseteruan ini tidak sekadar menyoroti rivalitas bisnis di Lembah Silikon, tetapi juga memicu perdebatan global soal tanggung jawab moral perusahaan teknologi dalam mendukung operasi mesin perang negara.

Kembali