TechCrunch memublikasikan sebuah opini kritis yang mempertanyakan ketajaman strategi bisnis Tim Cook dalam era Generative AI. Artikel tersebut menyoroti bahwa meskipun Apple telah meluncurkan Apple Intelligence dengan gembar-gembor pemasaran yang besar, perusahaan tersebut tampaknya tidak memiliki rencana konkret untuk memonetisasi teknologi tersebut secara langsung. Dalam panggilan pendapatan (earnings call) terbaru, respons Cook terhadap pertanyaan analis mengenai kontribusi finansial AI terdengar samar dan defensif. Ia bersikeras bahwa nilai teknologi ini akan tercermin dalam "halo effect" yang mendorong konsumen untuk melakukan peningkatan perangkat (upgrade cycle) ke iPhone model terbaru, sebuah argumen yang dinilai usang mengingat data penjualan perangkat keras yang cenderung stagnan di pasar global yang jenuh.
Masalah mendasar yang diangkat adalah ketidakseimbangan ekonomi dari strategi "AI gratis" ini. Menjalankan model bahasa besar (LLM), baik di perangkat (on-device) maupun di Private Cloud Compute, membutuhkan biaya infrastruktur dan energi yang jauh lebih tinggi daripada layanan perangkat lunak tradisional. Pesaing seperti OpenAI dan Google memitigasi biaya ini dengan membebankan biaya langganan bulanan kepada pengguna berat. Dengan tidak adanya produk AI berbayar yang mandiri, Apple pada dasarnya menyubsidi penggunaan fitur berat ini dari margin perangkat keras mereka. Analis khawatir strategi ini tidak berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama jika adopsi fitur cerdas meningkat pesat dan membebani server tanpa adanya aliran kas masuk (cash flow) baru yang spesifik dari layanan tersebut.
Ketidaksiapan Apple dalam memonetisasi AI juga memicu kekhawatiran bahwa mereka akan kehilangan statusnya sebagai pemimpin inovasi layanan (Services). Selama dekade terakhir, pertumbuhan harga saham Apple sangat didorong oleh narasi pertumbuhan divisi layanan mereka. Namun, jika revolusi teknologi terbesar dekade ini—AI—tidak dikapitalisasi menjadi produk layanan berbayar, maka Apple berisiko hanya menjadi "pipa penyalur" (dumb pipe) bagi teknologi pihak ketiga yang lebih pintar dalam mencari uang. Opini tersebut menyimpulkan bahwa Tim Cook perlu segera merumuskan strategi monetization yang lebih agresif daripada sekadar berharap orang akan terus membeli ponsel baru setiap tahun hanya untuk fitur ringkasan notifikasi, atau Apple akan tertinggal dari raksasa teknologi lain yang lebih gesit dalam mencetak uang dari algoritma.