Dalam pengungkapan yang mengejutkan pasar pada 28 Januari 2026, Tesla mengonfirmasi telah menanamkan modal sebesar $2 miliar ke dalam xAI, perusahaan pesaing OpenAI yang didirikan oleh Elon Musk. Investasi ini dilakukan sebagai bagian dari putaran pendanaan Seri E xAI dan diungkapkan kepada publik melalui presentasi pemegang saham kuartal keempat perusahaan. Keputusan ini menarik perhatian khusus karena terjadi setelah serangkaian perdebatan tata kelola perusahaan; sebelumnya, usulan investasi yang lebih besar senilai $5 miliar sempat memicu skeptisisme di kalangan investor institusional yang mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan antar perusahaan milik Musk. Namun, Tesla menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan "syarat pasar" yang wajar, mengikuti valuasi yang telah disepakati oleh investor eksternal independen lainnya.
Rasionalisasi di balik aliran dana ini berpusat pada visi "Master Plan Part IV" Tesla, yang sangat bergantung pada penguasaan kecerdasan buatan otonom. Dalam dokumen resminya, Tesla menjelaskan bahwa sementara xAI berfokus pada kecerdasan digital melalui model bahasa besar, Tesla membutuhkan keahlian tersebut untuk diterapkan ke dalam produk fisik seperti mobil otonom dan robot humanoid. Kemitraan ini memungkinkan Tesla untuk mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami dan penalaran logis dari Grok ke dalam sistem operasi kendaraan mereka, meningkatkan interaksi suara dan kemampuan pengambilan keputusan mobil dalam situasi lalu lintas yang kompleks. Musk sendiri sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa pusat data Tesla akan mendapatkan prioritas akses ke kluster komputasi super xAI untuk melatih model saraf mereka.
Meski secara teknologi masuk akal, langkah ini tetap berada di bawah mikroskop pengawas regulasi dan pemegang saham. Kritikus menyoroti bahwa ini adalah transfer kekayaan pemegang saham Tesla ke perusahaan pribadi Musk lainnya, mirip dengan akuisisi SolarCity di masa lalu. Namun, para pendukung melihatnya sebagai langkah efisiensi modal, di mana Tesla tidak perlu membangun divisi LLM dari nol. Kesepakatan ini diharapkan rampung pada kuartal pertama 2026, dengan ketentuan bahwa xAI akan terus memberikan dukungan teknologi eksklusif yang dapat menjadi pembeda utama Tesla dalam perlombaan menuju otonomi level 5 melawan pesaing seperti Waymo dan produsen mobil China.