TechCrunch menyoroti transformasi karier Lachy Groom, mantan petinggi Stripe yang kini menjadi tokoh sentral dalam gelombang baru inovasi robotika di Silicon Valley. Melalui startup barunya, Physical Intelligence (Pi), Groom tidak berminat membangun kerangka logam atau aktuator hidrolik; sebaliknya, ia memimpin upaya ambisius untuk menciptakan "otak" universal bagi mesin. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini bertaruh bahwa hambatan utama dalam robotika bukanlah pada perangkat keras, melainkan pada perangkat lunak. Visi mereka adalah mengembangkan model fondasi skala besar—mirip dengan LLM yang mendasari ChatGPT—namun dikhususkan untuk kontrol motorik dan pemahaman fisik, memungkinkan robot untuk belajar cara melipat pakaian, membersihkan meja, atau merakit komponen tanpa perlu diprogram secara eksplisit untuk setiap gerakan mikro.
Kekuatan utama Physical Intelligence terletak pada tim pendirinya yang sering dijuluki sebagai "The Avengers" dunia robotika. Groom berhasil merekrut nama-nama besar seperti Karol Hausman dari Google DeepMind, serta profesor ternama Sergey Levine dan Chelsea Finn dari UC Berkeley dan Stanford. Mereka sedang mengatasi tantangan teknis masif dalam melatih model AI dengan data dunia nyata yang jauh lebih langka dan "berisik" dibandingkan data teks internet. Pendekatan mereka melibatkan pengumpulan data teleoperasi skala besar dan penggunaan berbagai jenis robot untuk melatih satu model tunggal yang agnostik terhadap perangkat keras. Tujuannya adalah menciptakan kecerdasan yang dapat ditransfer (transferable intelligence), di mana kemampuan yang dipelajari pada satu lengan robot dapat diterapkan pada robot humanoid berkaki dua dengan penyesuaian minimal.
Dukungan finansial yang mengalir ke Physical Intelligence mencerminkan keyakinan investor bahwa ini adalah "the next big thing". Dengan valuasi yang dilaporkan mencapai $2 miliar dan pendanaan total ratusan juta dolar dari raksasa seperti Jeff Bezos dan OpenAI, startup ini memiliki amunisi besar untuk membiayai komputasi mahal yang diperlukan. Groom meyakini bahwa seperti halnya Stripe menjadi infrastruktur bagi ekonomi internet, Pi akan menjadi lapisan kecerdasan standar bagi ekonomi fisik. Jika mereka berhasil, ini akan menandai akhir dari era robot "bodoh" yang hanya bisa melakukan satu tugas berulang, membuka jalan bagi mesin yang benar-benar otonom dan adaptif yang dapat bekerja berdampingan dengan manusia di pabrik, rumah sakit, hingga ruang tamu rumah tangga.