Edisi terbaru TechCrunch Mobility menyoroti pergeseran masif dalam lanskap teknologi transportasi yang terungkap di ajang CES 2026, di mana istilah "Physical AI" menjadi mantra baru industri. CEO Nvidia, Jensen Huang, mempopulerkan konsep ini untuk menggambarkan gelombang baru kecerdasan buatan yang tidak lagi terbatas pada layar, melainkan tertanam dalam mesin fisik seperti robot humanoid, drone, dan kendaraan otonom. Pameran tahun ini didominasi oleh aplikasi nyata dari Embodied AI, dengan Hyundai yang mencuri perhatian bukan karena mobil baru, melainkan lewat demonstrasi robotika canggih dari Boston Dynamics dan platform mobilitas MobEd. Fenomena ini menandakan bahwa industri otomotif kini bertransformasi menjadi industri robotika terapan, di mana kemampuan mesin untuk memanipulasi dunia fisik menjadi fokus utama.
Di tengah euforia tersebut, langkah strategis Mobileye menjadi sorotan utama setelah perusahaan tersebut mengakuisisi startup robotika humanoid, Mentee Robotics, dengan nilai fantastis $900 juta. Amnon Shashua, pendiri Mobileye, menepis anggapan bahwa tren robotika ini hanyalah gelembung spekulatif. Ia membandingkan skeptisisme saat ini dengan keraguan pasar pada era awal internet tahun 2000, menegaskan bahwa di balik valuasi yang mungkin mendahului realitas, terdapat fondasi teknologi yang solid dan revolusioner. Akuisisi ini menegaskan pertaruhan besar perusahaan pada masa depan di mana batas antara kendaraan otonom dan robot pekerja menjadi semakin kabur, didorong oleh kebutuhan efisiensi operasional industri.
Laporan ini juga mencatat perkembangan krusial lainnya di sektor mobilitas otonom. Waymo terus memperluas dominasinya dengan armada robotaxi Zeekr RT baru yang melampaui 2.000 unit, sementara Nvidia memperdalam jejaknya dengan investasi lanjutan ke startup otonom Wayve. Namun, kemajuan teknologi ini juga diiringi dinamika tenaga kerja yang kompleks, ditandai dengan kemenangan pengemudi Uber dan Lyft di California yang berhasil mengamankan jalur menuju serikat pekerja. Kombinasi antara lompatan inovasi hard tech dan pergeseran regulasi sosial ini melukiskan gambaran industri mobilitas yang sedang berada di titik infleksi kritis, bergerak cepat dari eksperimen laboratorium menuju adopsi massal yang mengubah tatanan ekonomi.