Phia, Startup Putri Bill Gates, Raih Pendanaan $35 Juta untuk Revolusi Belanja Online

Phoebe Gates dan Sophia Kianni kembangkan agen belanja AI 'Phia'. Fokus pada fesyen berkelanjutan dan pencarian harga terbaik lintas platform.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | Phia, Startup Putri Bill Gates, Raih Pendanaan $35 Juta untuk Revolusi Belanja Online

Phia, sebuah platform belanja bertenaga kecerdasan buatan yang didirikan oleh dua lulusan Stanford, Phoebe Gates dan Sophia Kianni, telah berhasil mengumpulkan pendanaan Seri A senilai $35 juta. Investasi besar ini dipimpin oleh Notable Capital, dengan dukungan tambahan dari raksasa modal ventura Khosla Ventures dan investor sebelumnya, Kleiner Perkins. Startup ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem belanja daring yang dinilai "rusak" karena banjirnya iklan dan algoritma yang tidak relevan. Dengan dana baru ini, Phia berencana memperluas tim rekayasa mereka dan mempercanggih kemampuan agen AI mereka agar bisa memberikan rekomendasi gaya yang sangat terpersonalisasi, layaknya memiliki penata gaya pribadi digital yang mengerti isi lemari anda.

Keunggulan utama Phia terletak pada fungsinya sebagai agregator cerdas yang menyederhanakan proses penemuan produk. Sering dijuluki sebagai "Google Flights untuk mode", aplikasi ini memungkinkan pengguna melacak penurunan harga dan membandingkan penawaran dari sekitar 40.000 situs ritel dan pasar penjualan kembali (resale) sekaligus. Fitur uniknya secara proaktif menyarankan alternatif barang bekas saat pengguna mencari produk baru, mendorong perilaku konsumen yang lebih berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya menghemat uang pengguna tetapi juga sejalan dengan latar belakang Kianni sebagai aktivis iklim PBB, yang ingin mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam kebiasaan belanja sehari-hari tanpa terkesan menggurui.

Selain fitur pencarian harga, para pendiri memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Phia sebagai lapisan identitas belanja yang universal. Mereka sedang membangun teknologi yang memungkinkan AI untuk mengingat preferensi ukuran yang tepat, merek favorit, dan riwayat pembelian pengguna untuk menghilangkan kerumitan retur barang. Meskipun pasar asisten belanja AI semakin padat, Phia membedakan diri dengan fokus pada kurasi berbasis komunitas dan transparansi data. Dukungan dari investor kelas kakap menunjukkan kepercayaan tinggi bahwa kombinasi antara teknologi canggih dan pengaruh sosial yang kuat dari kedua pendirinya mampu mendisrupsi industri e-commerce global yang bernilai triliunan dolar.

Kembali