Aplikasi Sora OpenAI Kehilangan Momentum, Data Tunjukkan Pengguna Aktif Anjlok Pasca Rilis

Laporan terbaru ungkap penurunan drastis retensi pengguna Sora. Isu biaya langganan mahal dan waktu tunggu generasi video jadi keluhan utama pengguna.

2 Jan 2026 • 2 menit membaca

RadarAI.id | Aplikasi Sora OpenAI Kehilangan Momentum, Data Tunjukkan Pengguna Aktif Anjlok Pasca Rilis

TechCrunch melaporkan bahwa aplikasi video generatif andalan OpenAI, Sora, kini tengah berjuang keras untuk mempertahankan momentumnya hanya beberapa minggu setelah peluncuran yang memecahkan rekor. Berdasarkan data terbaru dari firma intelijen aplikasi, meskipun Sora sempat merajai tangga lagu App Store pada hari-hari awal perilisannya, angka unduhan dan metrik pengguna aktif harian telah mengalami penurunan yang signifikan. Fenomena ini menyoroti tantangan klasik dalam siklus hidup produk berbasis hype: kemampuan untuk mengonversi gelombang rasa ingin tahu awal yang masif menjadi pola penggunaan jangka panjang yang setia. Penurunan tajam ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pengguna mengunduh aplikasi semata-mata untuk mencoba kemampuan text-to-video yang viral, namun segera meninggalkannya karena tidak menemukan relevansi yang cukup kuat untuk mengintegrasikannya ke dalam rutinitas digital harian mereka.

Analisis mendalam menunjukkan bahwa hambatan utama yang memicu eksodus pengguna ini adalah kombinasi fatal antara biaya operasional yang tinggi dan friksi teknis dalam pengalaman pengguna. Berbeda dengan interaksi instan pada ChatGPT, proses pembuatan video di Sora menuntut daya komputasi yang sangat besar, mengakibatkan waktu tunggu atau latensi yang lama—sering kali beberapa menit untuk klip berdurasi pendek. Selain itu, model penetapan harga OpenAI yang membatasi akses gratis dan membebankan biaya berlangganan premium dianggap terlalu mahal bagi pengguna non-profesional. Banyak pengguna dilaporkan merasa frustrasi dengan sistem kredit yang cepat habis hanya untuk hasil eksperimental yang belum tentu sesuai. Kritik juga mengarah pada minimnya fitur penyuntingan bawaan, membuat Sora terasa lebih seperti pameran teknologi yang kaku daripada alat kreatif yang fleksibel.

Situasi pelik ini menempatkan OpenAI dalam posisi defensif di tengah lanskap persaingan video generatif yang semakin padat. Pesaing seperti Luma Dream Machine dan Runway terus bergerak cepat dengan menawarkan fitur yang lebih responsif dan kontrol yang lebih presisi bagi para kreator konten profesional. Para pengamat industri memperingatkan bahwa jika OpenAI tidak segera melakukan pembaruan signifikan untuk mengatasi masalah latensi dan memberikan nilai utilitas yang nyata, Sora berisiko berakhir sebagai aplikasi yang memiliki banyak instalasi namun minim aktivitas. OpenAI kini dihadapkan pada dilema strategis: apakah akan mensubsidi biaya cloud yang mahal demi pertumbuhan pengguna massal, atau fokus sepenuhnya pada segmen niche profesional dengan risiko kehilangan dominasi pasar luas.

Kembali